15 Senjata Tradisional Aceh Beserta Gambar dan Fungsingya

15 Senjata Tradisional Aceh Beserta Gambar dan Fungsingya

Peurise awe-erikscollectables-

DailySports.ID - Senjata tradisional Aceh merupakan pusaka yang menyimpan cerita dan nilai-nilai budaya mendalam dari Tanah Rencong. Dari pedang panjang yang gagah hingga senjata lempar yang mematikan, masing-masing senjata memiliki kisah dan fungsi yang menarik.

Mari kita bersama-sama mengungkap kekayaan senjata Aceh yang mungkin belum banyak diketahui. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap wujud senjata-senjata ini, dari bentuknya yang khas hingga makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

15 Senjata Tradisional Aceh dan Penjelasannya Lengkap

Membahas negeri serambi Mekah mungkin tidak akan jauh-jauh dari lagu daerah Aceh dan senjata tradisionalnya seperti rencong. Namun, ternyata ada cukup banyak senjata tradisional dari negeri serambi Mekah itu. Berikut daftar senjata itu dan fungsinya.

1. Rencong

Rencong
Rencong-okezone-

Simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh yang kaya akan nilai historis dan budaya adalah rencong. Bentuknya yang khas dengan bilah melengkung tajam dan ukiran rumit pada gagang dan sarungnya, mencerminkan keahlian para pengrajin Aceh dalam memadukan seni dan fungsi.

Senjata ini memiliki beragam jenis, seperti rencong Meucugek dengan bilah bergelombang dan rencong Pudoi dengan bilah lurus. Selain digunakan sebagai senjata, rencong juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pakaian adat Aceh, terutama bagi kaum pria.

2. Peudeung

Peudeung
Peudeung-sketchfab-

Pedang panjang ini menjadi saksi bisu peninggalan Kerajaan Aceh dalam mempertahankan kemerdekaannya. Peudeung memiliki bilah lurus yang terbuat dari baja berkualitas tinggi, gagang yang ergonomis, serta sarung yang terbuat dari kayu, logam, atau bahkan gading yang diukir indah.

Selain sebagai senjata perang, peudeung juga digunakan dalam acara adat, seperti peusijuek (tepung tawar) dan tarian Aceh, seperti Tari Seudati. Keberadaan peudeung menunjukkan kemahiran para pandai besi Aceh dalam menciptakan senjata berkualitas tinggi.

3. Siwah

Siwah
Siwah-safariwisata-

Senjata tradisional Aceh yang memiliki mata tombak yang tajam di ujungnya untuk menusuk musuh, serta mata kapak yang kokoh di sisi lainnya untuk menebas atau memotong adalah siwah. Gagangnya terbuat dari kayu yang kuat dan diukir dengan motif khas Aceh.

Alat ini digunakan dalam pertempuran jarak dekat maupun jarak jauh, memberikan fleksibilitas bagi penggunanya. Meskipun kini siwah sudah jarang digunakan, keberadaannya tetap menjadi bukti keberanian dan kegigihan nenek moyang.

4. Geuliwang

Geuliwang
Geuliwang-uniqueindonesianculture-

Terbuat dari kayu atau logam, geuliwang memiliki bentuk unik dengan tiga bilah tajam yang melengkung, menyerupai bumerang. Ukurannya bervariasi, mulai dari yang kecil untuk berburu burung hingga yang besar untuk melumpuhkan hewan buruan yang lebih besar.

Untuk memakai geuliwang, pengguna cukup melemparkannya ke udara. Senjata ini memanfaatkan aerodinamika untuk menghasilkan putaran dan daya serang yang mematikan.

5. Peurise awe

Peurise awe
Peurise awe-erikscollectables-

Bentuknya yang bundar atau oval dengan diameter sekitar 50-60 cm memberikan perlindungan yang optimal bagi penggunanya. Pegangan di bagian tengahnya memungkinkan peurise awe digenggam dengan kuat dan lincah.

Selain sebagai alat perlindungan diri, peurise awe juga digunakan dalam upacara adat, seperti tarian perang dan penyambutan tamu kehormatan. Perisai ini menjadi simbol identitas budaya Aceh yang kaya akan nilai historis dan spiritual.

6. Rante

Rantai besi sepanjang 1-2 meter dengan mata pisau tajam di ujungnya ini merupakan senjata tradisional Aceh yang mematikan dalam pertempuran jarak dekat. Rante digunakan dengan cara dilemparkan ke arah musuh, melilit anggota tubuhnya, atau bahkan melukai bagian vital seperti leher dan wajah.

7. Tombak

senjata Tombak
senjata Tombak-rri-

Senjata dengan nama lain tohok ini memiliki ciri khas pada bilahnya yang terbuat dari besi atau baja berkualitas tinggi, dengan panjang bervariasi antara 1,5 hingga 2,5 meter. Gagangnya terbuat dari kayu keras yang diukir dengan motif khas Aceh.

Alat ini digunakan dalam pertempuran jarak dekat maupun jarak jauh, memberikan fleksibilitas bagi penggunanya. Keberadaan tombak Aceh menunjukkan kemahiran para pandai besi dalam menciptakan senjata berkualitas tinggi yang menjadi bagian pertahanan dan budaya lokal.

8. Beladau

Beladau
Beladau-x-

Pisau pendek yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan budaya masyarakat Aceh. Beladau memiliki bilah melengkung tajam dengan panjang sekitar 20-30 cm, terbuat dari baja berkualitas tinggi.

9. Pisau Lading

Lading digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berburu, berkebun, dan memasak makanan khas Aceh. Lading memiliki bilah yang lebih panjang daripada beladau, biasanya sekitar 30-50 cm, dengan ujung yang runcing dan tajam.

Lading menjadi simbol kemandirian dan ketergantungan masyarakat Aceh pada alam. Selain fungsi praktisnya, senjata tradisional Aceh ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi, sering dijadikan sebagai hadiah atau pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun.

10. Klewang

Klewang
Klewang-Facebook Babahanda Faizul-

Bilah lebar bermata satu atau dua menjadi ciri khas klewang, senjata yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap rumah adat Aceh. Bilahnya yang terbuat dari baja berkualitas tinggi memiliki panjang bervariasi, mulai dari 50 hingga 80 cm, dengan ujung yang runcing dan tajam.

Gagangnya diukir dengan motif khas Aceh, seperti sulur tumbuhan, bunga, atau kaligrafi Arab. Klewang digunakan dalam pertempuran jarak dekat. Keunikan klewang terletak pada bentuk bilahnya yang lebar dan melengkung, memberikan daya tebas yang kuat dan mematikan.

11. Pedang

Pedang
Pedang-wikimedia-

Bilah pedang Aceh terbuat dari baja pilihan yang ditempa dengan teknik khusus, menghasilkan bilah yang kuat, tajam, dan tahan lama. Panjang bilahnya bervariasi, mulai dari 60 hingga 100 cm, dengan bentuk yang lurus atau sedikit melengkung.

12. Cambuk

Alat yang sering disebut cemeti ini adalah senjata tradisional yang terbuat dari kulit binatang, seperti sapi atau kerbau. Cambuk Aceh memiliki panjang bervariasi, mulai dari 1 hingga 3 meter, dengan ujung yang dilengkapi dengan simpul untuk memberikan efek hentakan yang kuat.

Selain sebagai senjata perang, senjata tradisional Aceh ini juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti menggembala ternak atau melatih kuda. Cambuk juga merupakan senjata peninggalan Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Perlak, dan Kerajaan Malaka.

13. Pemukul

Terbuat dari kayu keras seperti kayu besi atau kayu nangka, pemukul ini memiliki bentuk silinder dengan panjang sekitar 50-70 cm dan diameter sekitar 10-15 cm. Salah satu ujungnya biasanya lebih besar dan berat untuk memberikan daya pukul yang lebih kuat.

Pemukul tradisional ini seringkali dihiasi dengan ukiran khas Aceh atau lilitan rotan untuk memperkuat pegangan. Senjata ini digunakan untuk memukul bagian tubuh lawan yang tidak terlindungi oleh baju besi, seperti kepala atau kaki.

14. Seunapang

Senapan tradisional Aceh ini merupakan senjata api kuno yang digunakan pada masa penjajahan Belanda. Senapan ini memiliki laras panjang yang terbuat dari besi atau baja, dengan mekanisme pemicu dan pengisian mesiu yang sederhana.

Senapan tradisional Aceh biasanya dihiasi dengan ukiran atau tatahan perak pada bagian popor dan larasnya. Senapan ini digunakan dalam pertempuran jarak jauh untuk menembak musuh atau hewan buruan.

15. Meuriam

Meuriam
Meuriam-antara-

Meriam ini digunakan dalam pertempuran laut maupun darat. Meriam ini terbuat dari perunggu atau besi, dengan ukuran dan kaliber yang bervariasi. Meriam Aceh biasanya diletakkan di atas benteng atau kapal perang untuk melindungi wilayah atau menyerang musuh.

Dengan kekayaan bentuk, fungsi, dan makna filosofisnya, senjata tradisional Aceh adalah bukti nyata dari warisan budaya yang tak ternilai harganya. Memahami senjata-senjata ini berarti menyelami sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Aceh.

Mari bersama-sama mengapresiasi dan menjaga warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam ini. Dengan melestarikan pengetahuan tentang senjata tradisional dari Aceh, kita turut menjaga identitas dan sejarah bangsa.

Berita Terkait