Ekosistem Darat: Pengertian, Jenis, dan Ciri-Cirinya
Minggu, Jun 2024
ekosistem darat-onetreeplanted-
DailySports.ID - Ekosistem darat adalah jenis ekosistem yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sebab, sebagian besar kebutuhan manusia bisa ditemukan di daratan. Jenis ekosistem ini berbeda dengan ekosistem laut yang lingkungan fisiknya berupa lautan.
Karena lingkungan fisik kedua ekosistem ini berbeda, jadi jenis dan ciri-cirinya pun tentu tidak sama. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang ekosistem ini secara lebih lengkap. Simak pengertian, jenis, dan ciri-ciri ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan berikut ini!
Pengertian Ekosistem Darat
Singkatnya, jenis ekosistem ini dapat diartikan sebagai lingkungan fisik yang berupa daratan. Lebih jelasnya, ekosistem ini berada di daratan membentang di atas permukaan laut. Umumnya, keadaan tanah, curah hujan, sinar matahari, hingga iklim dapat memengaruhi susunan komponennya.
Ekosistem darat juga bisa diartikan sebagai daerah yang dijadikan tempat berkumpul beragam makhluk hidup. Hanya saja, tingkat geografisnya sama dan sifat serta iklimnya tidak jauh berbeda. Ekosistem ini terdiri dari produsen, konsumen, serta dekomposer yang dimulai dari tanaman hijau.
Contoh Ekosistem Darat Beserta Gambarnya
Melihat penjelasan di atas, kamu bisa menilai bahwa ekosistem ini tidak terdiri dari satu jenis saja. Ada beberapa contoh ekosistem darat yang memiliki karakteristik berbeda. Hemat waktu, mari kita pahami penjelasannya berikut ini:
1. Taiga

Taiga-wikimedia-
Mungkin tidak semua orang tahu tentang apa itu taiga. Taiga merupakan hutan yang di dalamnya hanya terdiri dari satu spesies saja. Sebagai contoh, hanya ada pohon pinus saja yang tumbuh di dalam hutan tersebut.
Meskipun taiga terdiri dari pepohonan rindang dan rerumputan, tapi ini tidak termasuk ekosistem padang rumput. Pasalnya, di dalam hutan ini juga terdapat hewan-hewan lainnya. Meski begitu, jumlah hewan yang tinggal di sini cenderung jauh lebih sedikit dibanding hutan lainnya.
2. Gurun

--ctfassets
Sebenarnya, ekosistem darat merupakan salah satu bagian dari ekosistem alami. Jadi, tidak heran jika gurun termasuk salah satu jenis ekosistem yang ada di daratan. Ekosistem ini identik dengan curah hujan yang rendah serta iklim kering.
Ada beragam jenis hewan yang tinggal di sini, seperti rusa, katak, ular, hingga kadal. Kendati demikian, jarang ada tanaman hijau yang tumbuh di ekosistem ini. Hal ini terjadi karena gurun memiliki jumlah air yang sedikit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka.
3. Tundra

Tundra-nationalgeographic-
Tidak semua jenis tanaman dan pohon dapat tumbuh di ekosistem ini. Beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh di sini adalah rumput, liken, dan sphagnum. Mungkin nama-nama tanaman ini tidak terlalu dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia.
Pasalnya, jumlah tundra di Indonesia sendiri jauh lebih sedikit dibanding di luar negeri. Umumnya, tundra memiliki suhu lingkungan yang rendah. Maka dari itu, ada banyak orang yang menyebutnya sebagai tempat terhambatnya pertumbuhan pohon dan rerumputan.
4. Hutan Hujan

Hutan Hujan-ugm-
Ada satu hal yang membuat jenis hutan ini berbeda dengan hutan lainnya. Biasanya, hutan hujan terdiri dari pepohonan berukuran tinggi. Tidak hanya itu, hutan hujan juga dihuni oleh beragam spesies hewan yang memiliki ciri khas sendiri.
Beberapa contohnya adalah orangutan, gajah, beruang, dan kera. Sementara untuk jenis-jenis tanaman yang ada di sini adalah kaktus, anggrek, dan rotan. Jadi, dapat dipastikan bahwa hanya ada beberapa jenis hewan dan tanaman saja yang bisa hidup di ekosistem ini.
Ciri-Ciri Ekosistem Darat
Dengan memahami ciri-cirinya, kamu jadi tahu bahwa karakteristiknya sangat berbeda dengan ekosistem buatan. Sebenarnya, ciri-ciri dari ekosistem ini bisa dilihat dari lingkungan fisiknya. Selain itu, masih ada ciri-ciri lain dari ekosistem darat yang perlu dipahami, yaitu:
1. Dari Segi Lingkungan Fisiknya
Ciri utamanya bisa dilihat dari lingkungan fisiknya yang sangat berbeda dengan ekosistem sungai. Lingkungan fisik dari ekosistem ini berupa daratan yang terletak di atas permukaan laut. Ada perbedaan ketinggian di antara satu contoh dengan yang lainnya.
Namun, biasanya ekosistem ini berada di daratan membentang dengan ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Jadi, tentu ciri-ciri ini membuatnya berbanding terbalik dengan ekosistem air. Sebab, lingkungan fisiknya harus berada di daratan.
2. Dari Segi Jenis Tanaman yang Mampu Beradaptasi
Bukan hanya bisa dilihat dari lingkungan fisiknya, tapi jenis tanaman yang hidup di dalamnya pun perlu diperhatikan. Tidak semua jenis tanaman dan pohon bisa tumbuh dengan subur di ekosistem ini. Maka dari itu, kamu perlu tahu apa saja jenis tanaman dan pohon yang bisa tumbuh di sini.
Beberapa jenis tanamannya adalah kaktus, anggrek, rumput, pinus, dan beragam jenis rerumputan. Selain itu, sebenarnya masih ada sejumlah bunga yang dapat tumbuh di sini. Biasanya, ekosistem alami ini akan didominasi oleh tumbuhan hijau berjenis sukulen.
3. Dari Segi Jenis Hewan yang Mampu Beradaptasi
Ada ciri fisik tersendiri pada hewan-hewan yang hidup di sini. Ciri fisik tersebut adalah bernapas dengan menggunakan paru-paru, gerak kaki yang terlihat jelas, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, hewan di sini pun tidak semuanya memiliki bulu pada bagian tubuhnya.
Beberapa hewan di antaranya ada yang memiliki sisik dan kulit tanpa bulu di bagian tubuhnya. Jika membahas tentang contohnya, maka kita bisa menyebutkan rusa, kucing, musang, tikus, dan gajah. Jumlah hewan yang hidup di ekosistem ini jauh lebih banyak dibanding tumbuhannya.
4. Dari Segi Struktur dengan Skala yang Lebih Luas
Di dalamnya terdapat gambaran interaksi yang lebih luas antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Jadi, bisa dipastikan bahwa ekosistem ini memiliki cakupan wilayah yang jauh lebih luas. Umumnya, di dalamnya memiliki tipe struktur dengan vegetasi yang dominan pada skala yang luas.
Hal ini yang akhirnya membuatnya sering disebut sebagai bioma. Sebab, bioma merupakan tingkatan kelompok yang jauh lebih tinggi dibanding ekosistem itu sendiri. Selain itu, bioma juga terbentuk dari pengaruh iklim di beberapa daerah.
Dampak Pencemaran Tanah terhadap Ekosistem
Pencemaran tanah akan memiliki dampak yang cukup besar terhadap semua jenis ekosistem. Hal ini juga berlaku pada jenis ekosistem yang sedang kita bahas sekarang. Perubahan kimiawi pada tanah dapat menyebabkan perubahan metabolisme pada makhluk hidup di dalamnya.
Tentu kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Mungkin beberapa tahun awal dampaknya tidak terlalu terlihat. Namun, dampak ini akan semakin terlihat ketika pencemaran tanah berlangsung selama puluhan tahun.
Tanah yang tercemar dapat memusnahkan beberapa jenis hewan dan tanaman yang langka. Secara tidak langsung, kepunahan spesies ini pun akan mengganggu keseimbangan ekosistem lainnya. Jadi, kamu harus selalu menjaga lingkungan sekitar, agar tidak sampai tercemar.
Apa itu ekosistem darat? Ekosistem ini memiliki lingkungan fisik di daratan yang menjadi tempat tinggal beberapa jenis makhluk hidup. Saat kamu memahami ekosistem ini dengan baik, kamu bisa lebih memahami bahwa setiap makhluk hidup memiliki kriteria ekosistem yang berbeda.