Mengapa Kita Harus Berperilaku Toleransi? Ini Dia Alasannya!
Sabtu, Agu 2024
Toleransi-Liputan6-
DailySports.ID - Mengapa kita harus berperilaku toleransi di Indonesia? Pertanyaan ini mungkin secara tidak sadar sempat kamu pertanyakan. Di Indonesia sendiri, toleransi menjadi hal yang paling harus diterapkan mengingat negara ini memiliki keanekaragaman suku dan budaya.
Keanekaragaman suku dan budaya ini pun sudah terpatri jelas pada semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Dan untuk mengaplikasikan semboyan ini, maka toleransi antar umat pun wajib buat diterapkan.
Apa Itu Toleransi?
Jadi mengapa kita harus berperilaku toleransi? Toleransi sendiri berasal dari bahasa latin tolerantia yang berarti kelonggaran atau keringanan. Sementara dalam bahasa Inggris, toleransi adalah sikap membiarkan dan menghormati keyakinan orang lain tanpa harus meminta persetujuan.
Jika disederhanakan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengidentifikasi toleransi sebagai sikap toleran terhadap perbedaan pendapat, kepercayaan, pandangan, kelakuan dan sebagainya. Di tengah masyarakat Indonesia yang berbeda-beda ini, tentu saja toleransi sangat dibutuhkan.
Mengapa Kita Harus Berperilaku Toleransi?
Indonesia sejak dulu memang telah mengedepankan konsep toleransi. Sayangnya, dampak negatif globalisasi perlahan mulai menggerus adanya toleransi di Indonesia. Oleh sebab itu, mari kita pahami lagi alasan harus berperilaku toleransi agar tidak ada yang negatif dari dampak perubahan sosial.
1. Menciptakan Keharmonisan

Pertemanan-kompas-
Salah satu alasan mengapa toleransi adalah hal yang wajib dilakukan adalah demi terciptanya keharmonisan. Keharmonisan ini bisa berlaku untuk semua tempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, seluruh bangsa Indonesia bisa hidup rukun berdampingan tanpa konflik.
Seperti diketahui, di era modern saat ini, dampak negatif internet bisa membuat orang jadi mudah terpengaruh. Akibatnya, toleransi pun jadi alot karena pola pikir yang berubah. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu tetap berpikiran terbuka agar selalu bisa berperilaku toleransi dalam hal apapun.
2. Mencegah Terjadinya Konflik

Konflik-detik-
Kenyataannya, globalisasi tidak selalu berdampak negatif khususnya bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Adapun dampak positif dari adanya globalisasi adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan adanya perkembangan teknologi ini, kita tidak bisa stagnan tetap hanya berprinsip pada nilai-nilai terdahulu. Beberapa modernisasi pada sistem pun diperlukan agar Indonesia semakin berkembang. Dengan begitu, toleransi bisa menghindari dari kemungkinan terjadinya konflik.
3. Menguatkan Sila Ke-3 Pancasila

Indonesia-detik-
Jika ingin menjawab mengapa kita harus berperilaku toleransi, maka jawabannya sebenarnya sederhana. Mengaplikasikan sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia. Sila ini dengan tegas mengakui dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia, seperti suku, agama, ras, dan budaya.
Jadi, dengan menerapkan toleransi, tentu saja kamu sudah secara tidak langsung menerapkan sila ke-3 Pancasila. Dalam keberagaman, toleransi adalah sebuah perekat utama yang mampu menyatukan semua kalangan.
4. Mampu Meningkatkan Kualitas Hidup

Kehidupan-bmh-
Dampak positif globalisasi lainnya adalah peningkatan kualitas hidup dari masyarakat Indonesia. Sayangnya, hal ini tidak bisa dicapai jika tidak ada penerapan toleransi. Oleh karena itu, segera mulai biasakan diri kamu terhadap perbedaan sebagai langkah awal mengaplikasikan toleransi.
Jika toleransi sudah berhasil dilakukan, maka hati pun akan jadi lebih tentram. Tidak ada lagi konflik-konflik perbedaan yang terjadi karena semua sudah diselesaikan dengan toleransi. Dengan begitu, kehidupan kamu akan jadi lebih nyaman, aman, tentram dan bahagia.
5. Menumbuhkan Sikap Empati

Uang-amartha-
Lantas, kepada siapa saja kita harus bersikap toleransi? Maka, jawabannya adalah kepada semua orang yang kebetulan mengalami perbedaan dengan kamu baik dari segi latar belakang hingga kebiasaannya. Dengan melakukan hal ini, maka sikap empati kamu akan tumbuh.
Diketahui sikap empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Jadi, jika sikap toleransi dikembangkan, maka empati seseorang pun akan meningkat. Hasilnya, kamu akan jadi pribadi yang peduli terhadap sekitar.
6. Bentuk Penghormatan Kepada Hak Asasi Manusia

Toleransi-Liputan6-
Alasan lain mengapa kita harus berperilaku toleransi adalah untuk menghormati hak asasi manusia (HAM). Diketahui HAM adalah hak manusia yang melekat sejak lahir. Hak ini meliputi hak sipil, politik, ekonomi, sosial hingga budaya.
Melakukan toleransi adalah sebuah bentuk penghormatan ada HAM. Jadi, kamu tidak bisa memaksakan pendapat pada isu atau pandangan yang berkaitan dengan HAM. Pasalnya, setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda.
Contoh Sikap Toleransi di Kehidupan Sehari-hari
Toleransi sendiri adalah sebuah bentuk aturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh masyarakat demi terciptanya kedamaian. Inilah mengapa manusia perlu aturan. Setidaknya, berikut ini adalah beberapa contoh dari sikap toleransi yang banyak dilakukan di masyarakat:
1. Toleransi Beragama
Salah satu bentuk toleransi beragama adalah dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain. Indonesia sendiri telah mengakui setidaknya 6 agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha serta Khonghucu. Jika masih ada di daftar agama tersebut, maka ada baiknya kamu menghargai.
Meski demikian, toleransi beragama tidak termasuk menghalalkan pergaulan bebas. Seperti diketahui, dampak pergaulan bebas bisa berakibat negatif bagi mereka yang mengalaminya. Oleh sebab itu, tetap pahami batasan mana yang harus ditoleransi.
2. Toleransi Antar Suku
Mengapa kita harus berperilaku toleransi pada suku? Perlu dicatat, Indonesia sendiri memiliki banyak sekali suku dan budaya. Coba bayangkan, apa jadinya Indonesia jika semua suku di Indonesia tidak akur karena tidak saling bertoleransi?
Salah satu bentuk toleransi antar suku adalah tidak melakukan diskriminasi dan menghargai perbedaan. Misalnya, di lingkungan tempat tinggalmu ada tetangga yang kebetulan dari suku Madura, sementara mayoritas adalah Jawa. Tetap perlakukan sama agar tidak terjadi kecemburuan sosial.
3. Menghargai Perbedaan Pendapat
Jika diminta untuk sebutkan tiga perilaku yang mencerminkan sikap toleransi, maka yang harus di highlight pertama adalah menghargai adanya perbedaan pendapat. Toleransi saat berbeda pendapat ini berfungsi untuk menghindari kemungkinan adanya konflik lebih jauh.
Adapun menghargai perbedaan pendapat ini bisa dilakukan dengan cara: mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Yang terakhir, tentu saja tidak memaksakan pendapat pribadi pada orang lain demi kedamaian. Inilah mengapa kita harus berperilaku toleransi.
4. Tidak Melakukan Perundungan di Lingkungan Sekolah
Perundungan kini jadi kasus yang banyak terjadi, khususnya di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, toleransi harus dibangun sejak dini agar benih-benih melakukan perundungan bisa diminimalisir. Karena pada dasarnya, siswa akan lebih menghormati orang tua atau guru.
Mengapa kita diwajibkan untuk menghormati orang tua dan guru? Jawabannya, sudah menjadi budaya Indonesia untuk menghormati yang lebih tua. Terlebih, guru dan orang tua memiliki jasa yang besar dalam perkembangan anak sejak masa pertumbuhan.
5. Bebas Menentukan Pilihan Politik
Salah satu dampak positif internet adalah mudahnya akses informasi. Tidak heran jika banyak pejabat yang memilih untuk melakukan kampanye secara online melalui internet. Jika sudah begini, internet akan lebih mudah menyentuh hati masyarakat.
Karena itulah, pilihan politik orang pasti berbeda-beda. Oleh sebab itu, hargailah setiap pilihan politik seseorang tanpa merendahkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari toleransi dalam berpolitik setiap warga negara.
Akhirnya, jika disuruh untuk sebutkan tiga fungsi toleransi dalam kehidupan, maka jawabannya adalah menciptakan keharmonisan dan kedamaian demi terciptanya kemajuan pembangunan. Oleh sebab itu, inilah mengapa kita harus berperilaku toleransi kepada semua warga negara Indonesia.