Mengenal Ekosistem Alami Beserta Contohnya Lengkap
Kamis, Jun 2024
Ekosistem Alami-bola-
DaliySports.ID - Ekosistem alami bisa didefinisikan sebagai tempat makhluk hidup saling berinteraksi dengan komponen-komponen yang ada didalamnya. Ada berbagai macam ekosistem yang memiliki komponen penyusun berbeda di dalamnya.
Ekosistem juga dijadikan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya makhluk hidup. Mulai dari mendapatkan makanan, tempat tinggal, hingga berkembang biak. Tanpa adanya ekosistem yang mendukung, maka makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup dengan baik.
Pengertian Ekosistem Alami
Ekosistem alami adalah lingkungan hidup yang terbentuk dengan sendirinya secara alami. Manusia tidak memiliki andil dalam pembentukan ekosistem ini. Dalam kehidupan, terdapat beberapa jenis ekosistem yang didefinisikan sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Selain itu, ada juga ekosistem buatan yang dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem dijelaskan sebagai sebuah kesatuan komunitas lengkap dengan lingkungannya yang membentuk hubungan timbal balik antar komponen terkait.
Komponen yang terdapat pada sebuah ekosistem terdiri dari biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan semua makhluk hidup yang terdapat pada suatu ekosistem. Sementara komponen abiotik merupakan benda mati yang memiliki peran tersendiri dalam kehidupan.
Interaksi yang terjalin umumnya terjadi secara natural berdasarkan kebutuhan masing-masing spesies. Hubungan tersebut dapat memberikan keuntungan maupun kerugian. Ekosistem yang terbentuk secara alami terbagi atas dua jenis, yaitu perairan dan darat.
Perbedaan ekosistem alami dan ekosistem buatan terletak pada proses terbentuknya sehingga mudah dibedakan.
Jenis-Jenis Ekosistem Alami
Ekosistem yang terbentuk secara alami terbagi atas dua jenis, yaitu perairan dan darat. Sementara contoh ekosistem buatan antara lain seperti aquarium, waduk, dan lainnya.
Dalam proses alamiah, sebuah ekosistem terbentuk dalam beberapa jenis dan dibedakan dari lingkungannya. Simak informasinya sebagai berikut.
1. Ekosistem Perairan
Area lingkungan ekosistem ini didominasi oleh air. Ada banyak sekali ekosistem perairan yang umumnya dapat ditemukan.
Karakteristik dari setiap ekosistem berbeda sehingga dapat berpengaruh terhadap jenis makhluk hidup yang tinggal di area tersebut. Berikut beberapa contoh ekosistem perairan.
a. Ekosistem Laut

laut-britannica-
Ekosistem laut mempunyai air dengan kadar garam yang tinggi, sekitar 4%. Laut merupakan ekosistem terluas yang terbentuk secara alami. Umumnya berlokasi dekat dengan ekosistem lainnya.
Seperti ekosistem pantai, terumbu karang, dan estuari. Sebagian besar spesies di ekosistem ini adalah hewan dan tumbuhan yang membutuhkan air untuk tumbuh dan bertahan hidup.
b. Ekosistem Air Tawar

sungai-britannica-
Disebut dengan air tawar karena ekosistem ini mengandung sedikit kadar garam. Beberapa contohnya antara lain seperti sungai, danau, dan rawa. Ekosistem air tawar ini memiliki karakteristik tersendiri.
Contohnya seperti ekosistem sungai yang memiliki gerakan air berupa arus. Sehingga spesies yang tinggal harus mampu beradaptasi dengan aliran sungai. Sedangkan rawa dan danau airnya tidak berarus.
2. Ekosistem Darat
Lingkungan ekosistem darat berada di wilayah daratan yang didalamnya terdapat komponen kehidupan seperti hewan, manusia, tumbuhan, hingga abiotik yang secara alami membentuk kesatuan sistem dan saling berinteraksi.
Letak geografisnya mencakup daerah yang cukup luas sehingga bisa menjadi tempat tinggal berbagai spesies. Adapun contoh ekosistem alami darat adalah sebagai berikut.
a. Ekosistem Gurun

gurun-geographical-
Makhluk hidup yang berada di ekosistem ini umumnya mampu bertahan hidup dengan kondisi suhu yang panas dan daerah kering. Sehingga jarang sekali ditemukan tumbuhan di dalam ekosistem ini.
Namun tumbuhan golongan xerofit dengan akar panjang cocok tinggal di daerah gurun. Curah hujan yang relatif rendah membuat area gurun memiliki suhu panas. Sebagian besar wilayahnya ditutupi oleh pasir.
b. Ekosistem Hutan

hutan-cntraveler-
Contoh ekosistem alami adalah hutan. Semua vegetasi dapat tumbuh secara optimal karena hutan mempunyai tanah yang mengandung humus tinggi. Ada beberapa jenis hutan diantaranya seperti hutan hujan tropis dan taiga.
Ciri khas ekosistem taiga yaitu adanya hutan pinus. Sementara ekosistem hutan hujan tropis areanya sering turun hujan sehingga memiliki iklim baik untuk semua jenis tumbuhan.
c. Ekosistem Padang Rumput

Padang Savana Dieng-labiru tour-
Ciri khas ekosistem Padang rumput adalah adanya hamparan rumput hijau luas dengan curah hujan rendah. Ekosistem ini didominasi oleh vegetasi rerumputan sehingga dapat memberikan atmosfer menyegarkan.
Sebagian besar wilayahnya ditinggali oleh hewan herbivora. Umumnya ekosistem ini terletak dekat dengan perairan sungai.
Komponen-Komponen Penyusun Ekosistem
Apabila sudah memahami pengertian ekosistem alami, kamu juga harus mengetahui apa saja komponen yang ada didalamnya. Setiap komponen memiliki peranan berbeda dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan makhluk hidup. Berikut penjelasannya.
1. Komponen Biotik
Komponen biotik merupakan makhluk hidup dalam ekosistem alami yang meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan.
Setiap spesies memiliki peranan yang berbeda dalam ekosistem. Berdasarkan peranannya, komponen biotik terbagi atas beberapa jenis seperti di bawah ini.
a. Konsumen
Merupakan spesies yang mendapatkan bahan organik dari spesies lain, contohnya manusia dan hewan.
b. Produsen
Spesies yang memiliki kemampuan melakukan sintesis senyawa organik dari senyawa anorganik melalui bantuan energi matahari. Contohnya yaitu tumbuhan.
c. Detritivor
Yaitu spesies yang memakan serpihan organik dari spesies lainnya. Diantaranya seperti cacing tanah, bintang laut, dan kutu kayu.
d. Dekomposer
Spesies yang peranannya merombak sisa produk dari organisme menjadi senyawa anorganik. Beberapa spesies yang sudah mati juga bisa diuraikan oleh dekomposer. Contohnya jamur, protozoa, dan bakteri.
Selain berdasarkan peranannya, komponen biotik juga dibedakan dari cara memperoleh makanannya. Simak penjabarannya berikut ini.
a. Autotrof
Golongan organisme ini memiliki kemampuan melakukan sintesis makanannya sendiri. Untuk itu komponen autotrof berperan sebagai produsen di dalam ekosistem. Contohnya tumbuhan.
b. Heterotrof
Organisme ini memanfaatkan senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup lainnya. Misalnya seperti manusia dan hewan.
2. Komponen Abiotik
Dalam ekosistem alami, komponen abiotik memiliki peranan penting dalam membantu keberlangsungan hidup. Contohnya seperti cahaya matahari sebagai sumber energi utama untuk proses fotosintesis. Air yang mampu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Ada juga komponen abiotik lainnya seperti udara, kelembaban, iklim, dan tanah. Meskipun tergolong sebagai makhluk tak hidup, namun apabila tidak ada maka kelangsungan hidup spesies dapat terancam.
Contoh Interaksi Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami
Ciri-ciri makhluk hidup diantaranya adalah beradaptasi. Untuk dapat bertahan hidup, spesies perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sekitarnya. Hal tersebut akhirnya membentuk hubungan interaksi dengan spesies berbeda yang dapat memberikan keuntungan.
Namun juga bisa saja merugikan. Proses ini terjadi secara alami yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya interaksi saling menguntungkan antara bunga dan kupu-kupu.
Agar bisa menghasilkan buah atau tunas baru, tumbuhan perlu melakukan proses penyerbukan. Proses tersebut bisa dibantu oleh gerakan kupu-kupu saat mengambil nektar. Sementara kupu-kupu mendapatkan bahan makanan dengan menghisap nektar bunga.
Ekosistem alami dijadikan sebagai tempat tinggal, tumbuh, dan berkembangnya makhluk hidup. Berada dalam sebuah kesatuan ekosistem yang sesuai membuat makhluk hidup bisa mendapatkan berbagai kebutuhan untuk dapat bertahan hidup.
Seperti diantaranya sumber makanan, pasangan, hingga tempat berkembang biak. Ekosistem ini terbentuk tanpa sengaja, begitu juga dengan hubungan timbal baliknya yang terjadi secara alami.