15 Peninggalan Kerajaan Majapahit Beserta Gambarnya Lengkap

15 Peninggalan Kerajaan Majapahit Beserta Gambarnya Lengkap

Peninggalan Kerajaan Majapahit -wikimedia-

DailySports.ID - Peninggalan Kerajaan Majapahit merupakan bukti kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Kerajaan ini meninggalkan berbagai artefak berharga yang mencerminkan kebudayaan dan sejarahnya, seperti halnya Kerajaan Medang, Kerajaan Bali, dan Kerajaan Malaka.

Beberapa peninggalan tersebut meliputi candi, kitab, dan prasasti yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Semua peninggalan ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan dan kebesaran Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Majapahit dan Penjelasannya Lengkap

Berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit menjadi bukti bahwa Nusantara pernah memasuki masa keemasan di masa lalu. Dari peninggalan yang ada terlihat jelas peradaban di masa lalu sangat menakjubkan dan penuh kemakmuran.

1. Situs Trowulan

Situs Trowulan
Situs Trowulan-liputan6-

Situs Trowulan adalah kawasan arkeologi yang dipercaya sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Di sini ditemukan berbagai artefak seperti keramik, tembikar, dan koin kuno yang menunjukkan kemajuan ekonomi dan budaya pada masa itu.

Selain itu, reruntuhan bangunan suci dan pemukiman juga ditemukan, memperkuat keyakinan bahwa Trowulan adalah pusat pemerintahan Majapahit. Di masa lalu pasti banyak alat musik tradisional dan juga tarian Jawa Timur.

2. Candi Sukuh

Candi Sukuh
Candi Sukuh-wikimedia-

Candi Sukuh terletak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini memiliki bentuk yang unik, menyerupai piramida suku Maya, dan diperkirakan dibangun pada abad ke-15.

Peninggalan Kerajaan Majapahit ini dikenal dengan relief-reliefnya yang menggambarkan cerita-cerita Hindu dan simbol-simbol kesuburan. Bangunan ini memberikan gambaran tentang kepercayaan dan seni pada masa akhir Kerajaan Majapahit.

3. Candi Jabung

Candi Jabung
Candi Jabung-traveloka-

Candi Jabung terletak di Probolinggo, Jawa Timur, dan merupakan candi Buddha peninggalan Majapahit. Dibangun pada tahun 1354 M, candi ini dikenal dengan arsitektur batu bata merah yang dihiasi relief-relief indah.

Menurut kitab Negarakertagama, candi ini pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 M. Candi Jabung juga berfungsi sebagai tempat pemakaman keluarga kerajaan. Kemungkinan ada aksara kuno seperti aksara jawa ditemukan di sini.

4. Gapura Bajang Ratu

Gapura Bajang Ratu
Gapura Bajang Ratu-kompas-

Gapura Bajang Ratu adalah gerbang monumental yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Dibangun pada abad ke-14, gapura ini memiliki arsitektur paduraksa dengan atap menyatu. Relief-relief yang menghiasi gapura ini menggambarkan cerita Ramayana dan Sri Tanjung.

Gapura ini tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk, tetapi juga sebagai bagian dari kompleks bangunan suci yang digunakan untuk ritual keagamaan. Ekosistem buatan ini menjadi bukti kehebatan masa lalu.

5. Candi Tikus

Candi Tikus
Candi Tikus-omahaksara-

Candi Tikus adalah situs petirtaan yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Candi ini berbentuk kolam pemandian yang dulunya digunakan oleh keluarga kerajaan Majapahit. Ditemukan pada tahun 1914, candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14.

Struktur candi yang menyerupai Gunung Meru dengan puncak utama dan delapan puncak kecil di sekelilingnya menunjukkan pentingnya mitologi dan kepercayaan dalam kehidupan spiritual Majapahit. Dinamakan tikus karena saat ditemukan area ini jadi ekosistem alami tikus.

6. Candi Surawana

Candi Surawana
Candi Surawana-kompas-

Candi Surawana, juga dikenal sebagai Candi Surowono, terletak di Desa Canggu, Kediri. Dibangun pada abad ke-14 untuk memuliakan Bhre Wengker, candi ini memiliki relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan cerita-cerita seperti Arjunawiwaha dan Sri Tanjung.

Meskipun sebagian besar bangunan telah hancur, kaki candi masih berdiri kokoh dan dihiasi relief binatang yang unik.

7. Candi Cetho

Candi Cetho
Candi Cetho-cnn indonesia-

Peninggalan Kerajaan Majapahit ini terletak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, dan dibangun pada abad ke-15 oleh Raja Brawijaya V. Candi ini digunakan untuk ritual tolak bala dan ruwatan.

Kompleks candi terdiri dari 14 teras dengan relief yang menggambarkan cerita-cerita Hindu. Pemandangan alam yang indah di sekitar candi menambah daya tariknya sebagai situs wisata sejarah.

8. Candi Wringin Branjang

Candi Wringin Branjang
Candi Wringin Branjang-wikimedia-

Candi Wringin Branjang terletak di Desa Gadungan, Blitar, dan dibangun pada tahun 1409 Masehi. Candi ini memiliki bentuk unik menyerupai rumah dengan atap limas. Candi Wringin Branjang tidak memiliki batur dan hanya terdiri dari tubuh dan atap.

9. Candi Penataran

Candi Penataran
Candi Penataran-wikimedia-

Candi Penataran, terletak di Blitar, adalah kompleks candi terbesar peninggalan Majapahit. Dibangun pada abad ke-12 dan sering dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk, candi ini memiliki relief yang menggambarkan cerita Ramayana dan Kresnayana.

10. Candi Kedaton

Candi Kedaton
Candi Kedaton-wikimedia-

Candi Kedaton terletak di Desa Andung Biru, Probolinggo, dan dibangun pada akhir abad ke-14. Candi ini memiliki relief yang menggambarkan cerita Arjunawiwaha, Garudeya, dan Samba.

Terbuat dari batu andesit, candi ini unik karena menghadap ke utara, yang jarang terjadi di Jawa. Candi Kedaton juga dikenal sebagai Candi Sumur Upas karena legenda sumur beracun di sekitarnya.

11. Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo
Candi Minak Jinggo-disway-

Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini terletak di Dusun Unggahan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi ini dibangun pada abad ke-14 dan dikenal dengan relief yang menggambarkan cerita Minak Jinggo.

Struktur candi terbuat dari batu bata merah dan memiliki bentuk yang unik. Candi ini merupakan salah satu peninggalan penting yang mencerminkan seni dan budaya Majapahit pada masanya.

12. Kitab Negarakertagama

Kitab Negarakertagama
Kitab Negarakertagama-kumparan-

Kitab Negarakertagama adalah karya sastra yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Kitab ini berisi pujian kepada Raja Hayam Wuruk dan menggambarkan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, kitab ini juga mencatat berbagai aspek kehidupan sosial, politik, dan keagamaan pada masa itu. Negarakertagama menjadi sumber penting bagi sejarawan untuk memahami sejarah Majapahit.

13. Kitab Sutasoma

Kitab Sutasoma
Kitab Sutasoma-lamrimnesia-

Kitab Sutasoma adalah kakawin yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Kitab ini terkenal dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika," yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu." Sutasoma mengisahkan perjalanan spiritual seorang pangeran yang menjadi Bodhisattva.

14. Candi Jolotundo

Candi Jolotundo
Candi Jolotundo-travelspromo-

Candi Jolotundo adalah situs petirtaan yang terletak di lereng Gunung Penanggungan, Mojokerto. Dibangun pada tahun 899 Saka oleh Raja Udayana untuk menyambut kelahiran Prabu Airlangga.

Petirtaan ini memiliki dua bagian, untuk pria dan wanita, dan airnya tidak pernah berkurang meskipun musim kemarau. Candi Jolotundo menunjukkan perkembangan seni bangunan dan kepercayaan spiritual pada masa Majapahit.

15. Candi Gentong

Candi Gentong
Candi Gentong-tugujatim-

Candi Gentong berada di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi ini terdiri dari dua kompleks percandian yang dinamakan gentong karena bentuknya yang menyerupai gentong.

Struktur candi terbuat dari bata merah dan memiliki teknik pemasangan yang unik. Candi Gentong merupakan salah satu peninggalan yang menunjukkan kemajuan arsitektur Majapahit.

16. Prasasti Kudadu

Prasasti Kudadu
Prasasti Kudadu-voi-

Prasasti Kudadu, juga dikenal sebagai Prasasti Gunung Buthak, dibuat pada tahun 1294 M. Prasasti ini mencatat pemberian anugerah dari Raja Kertarajasa Jayawardhana kepada pejabat Desa Kudadu yang telah membantu Raden Wijaya melarikan diri dari tentara Jayakatwang.

Prasasti ini ditemukan di lereng Gunung Butak, Mojokerto, dan menjadi bukti penting keberhasilan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Majapahit tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga karya sastra dan prasasti yang kaya akan informasi sejarah. Kitab Negarakertagama, misalnya, memberikan gambaran rinci tentang struktur pemerintahan dan kehidupan sosial pada masa itu.

Prasasti-prasasti yang ditemukan juga mengungkapkan berbagai aspek penting dari kerajaan ini. Peninggalan Majapahit ini menjadi saksi bisu kebesaran dan pengaruhnya yang meluas di Nusantara. Dengan mempelajari peninggalan ini, kita dapat lebih menghargai warisan budaya.

Berita Terkait