15 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambarnya Lengkap

15 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambarnya Lengkap

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya-youtube @berbagitahu8742-

DailySports.ID - Peninggalan Kerajaan Sriwijaya merupakan bukti kejayaan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Kerajaan yang berdiri pada abad ke-7 ini meninggalkan berbagai artefak bersejarah. Prasasti menjadi peninggalan utama yang tersebar di beberapa wilayah.

Selain itu, arca dan situs purbakala juga menjadi saksi kebesaran Sriwijaya. Peninggalan-peninggalan ini membantu para sejarawan merekonstruksi sejarah kerajaan maritim. Melalui bukti-bukti arkeologis tersebut, kita dapat mempelajari kehidupan sosial, budaya, dan politik.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambarnya Lengkap

Mempelajari berbagai daftar peninggalan Kerajaan Sriwijaya cukup menarik untuk untuk dilakukan semua orang. Karena disana ada cukup banyak bukti kerjayaan kerajaan kuno di masa lalu. Berikut beberapa peninggalan yang paling banyak dibahas.

1. Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Kedukan Bukit-wikimedia-

Prasasti Kedukan Bukit merupakan bukti tertulis tertua keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Ditemukan pada 1920 di Palembang, prasasti ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Isinya mencatat perjalanan Dapunta Hyang dengan 20.000 tentara pada 682 M.

Prasasti ini juga menyebutkan pembentukan wanua (permukiman) di Mukha Upang. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam mengungkap sejarah awal Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Meski banyak masalah terjadi, kerajaan tetap berkembang baik.

2. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu-ur-ban id-

Artefak berbentuk batu andesit ini ditemukan di Palembang pada 1935. Uniknya, prasasti ini memiliki hiasan tujuh kepala ular kobra di bagian atas dan pancuran air di bagian bawah. Isinya berupa sumpah dan kutukan bagi mereka yang melawan kekuasaan Sriwijaya.

Prasasti ini juga menyebutkan berbagai jabatan penting dalam struktur pemerintahan Sriwijaya. Keberadaannya menunjukkan kompleksitas sistem politik dan hukum kerajaan maritim ini. Sayangnya dampak negatif globalisasi khususnya hubungan dagang membuatnya runtuh.

3. Prasasti Talang Tuwo

Prasasti Talang Tuwo
Prasasti Talang Tuwo-kompas id-

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan di kaki Bukit Seguntang, Palembang, pada 1920. Berangka tahun 684 M, prasasti ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Isinya mencatat pembangunan taman Śrīksetra oleh raja Jayanāśa.

Prasasti ini juga memuat doa dan harapan sang raja agar taman tersebut memberi manfaat bagi semua makhluk. Keberadaannya menggambarkan aspek spiritual dan kebijaksanaan pemimpin Sriwijaya.

4. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur-grid-

Ditemukan di Pulau Bangka pada 1892, prasasti ini menjadi bukti pertama keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Bertanggal 686 M, prasasti ini berisi kutukan bagi mereka yang tidak taat pada Sriwijaya.

Uniknya, prasasti ini juga mencatat ekspedisi militer Sriwijaya ke "Bhumi Jawa" (kemungkinan Tarumanegara). Penemuan ini menjadi kunci dalam mengungkap ekspansi kekuasaan Sriwijaya di Nusantara pada abad ke-7 M.

5. Prasasti Ligor

Prasasti Ligor
Prasasti Ligor-kompas-

Peninggalan ini ditemukan di Thailand Selatan, menunjukkan luasnya pengaruh Sriwijaya. Prasasti ini memiliki dua sisi dengan informasi berbeda. Sisi A (775 M) mencatat pembangunan Trisamaya Caitya oleh raja Sriwijaya.

Sisi B menyebut raja bernama Wisnu dari Wangsa Syailendra. Keberadaan prasasti ini membuktikan hubungan diplomatik Sriwijaya dengan penguasa lokal di luar Sumatera dan keterkaitannya dengan dinasti Syailendra.

6. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Palas Pasemah
Prasasti Palas Pasemah-detik-

Prasasti Palas Pasemah merupakan bukti ekspansi Kerajaan Sriwijaya ke wilayah Lampung. Ditemukan pada 1958 di tepi Way Pisang, prasasti ini terbuat dari batu andesit berukuran 59x76 cm. Meski tidak berangka tahun, para ahli memperkirakan berasal dari akhir abad ke-7 M.

Prasasti ini berisi 13 baris tulisan dalam aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Isinya mencakup kutukan bagi mereka yang tidak tunduk pada Sriwijaya, menunjukkan upaya konsolidasi kekuasaan kerajaan di wilayah taklukan. Seperti halnya peninggalan Kerajaan Majapahit.

7. Prasasti Hujung Langit

Prasasti Hujung Langit
Prasasti Hujung Langit-kompas-

Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini menjadi bukti penting keberadaan Sriwijaya di Lampung. Ditemukan di Desa Harakuning, prasasti ini berangka tahun 919 Saka (997 M). Terbuat dari batu andesit berbentuk kerucut setinggi 162 cm, prasasti ini memuat 18 baris tulisan.

8. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus
Candi Muara Takus-wikimedia-

Candi Muara Takus merupakan bukti pengaruh Buddha di Sumatera. Terletak di Riau, candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-4 hingga 11 M. Kompleks candi terdiri dari Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka.

Arsitekturnya menunjukkan perpaduan gaya Sriwijaya dan pengaruh India akibat adanya dampak positif globalisasi khususnya pertukaran seni. Candi ini menjadi saksi kejayaan maritim Sriwijaya. Keberadaannya menunjukkan luasnya pengaruh budaya dan agama Sriwijaya.

9. Candi Biaro Bahal

Candi Biaro Bahal
Candi Biaro Bahal-sumutprov-

Candi Biaro Bahal di Padang Lawas, Sumatera Utara, menjadi bukti perluasan pengaruh Sriwijaya. Kompleks candi terdiri dari tiga candi utama: Bahal I, II, dan III. Diperkirakan dibangun pada abad ke-11 hingga 14 M, candi ini menunjukkan corak Buddha Vajrayana.

Arsitekturnya unik, memadukan gaya Sriwijaya dengan pengaruh lokal. Keberadaan candi ini mengindikasikan Padang Lawas pernah menjadi pusat keagamaan penting di masa Sriwijaya. Apalagi ada hubungan dengan Kerajaan Malaka.

10. Candi Kota Kapur

Candi Kota Kapur
Candi Kota Kapur-youtube @coffeetea66-

Candi Kota Kapur di Pulau Bangka menjadi bukti penting eksistensi Sriwijaya. Diperkirakan dibangun antara abad ke-5 hingga 7 M, candi ini menunjukkan corak Hindu-Waisnawa.

Penemuan benteng pertahanan dan reruntuhan candi dengan arca Dewa Wisnu menandakan peran strategis Kota Kapur. Lokasinya di selatan Selat Malaka menjadikannya pos penting dalam jalur perdagangan termasuk dengan sejarah peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

11. Candi Limas

Candi Limas, terletak di Palembang, merupakan bukti penting kejayaan Sriwijaya. Berbentuk limas dengan lima tingkatan, candi ini menggambarkan konsep kosmologi Buddha. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9 M, candi ini terbuat dari batu bata merah.

Uniknya, ditemukan prasasti beraksara Pallawa cikal bakal aksara Jawa di bagian dasar candi. Penemuan ini memperkuat teori bahwa Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya. Candi Limas menjadi bukti penting perkembangan antara arsitektur dan spiritualitas di era Sriwijaya.

12. Candi Gumpung

Candi Gumpung
Candi Gumpung-wikimedia-

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini berlokasi di kompleks percandian Muara Jambi, merupakan salah satu candi terbesar di situs tersebut. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga 10 M, candi ini memiliki denah berbentuk bujur sangkar.

Penemuan arca Buddha dan Bodhisattva di sekitar candi menunjukkan corak Buddhisme Mahayana. Candi ini juga memiliki struktur unik dengan adanya ruang dalam candi. Keberadaan Candi Gumpung memperkuat bukti luasnya pengaruh Sriwijaya hingga ke Jambi.

13. Candi Kikis

Candi Kikis, terletak di kompleks Bukit Siguntang, Palembang, menyimpan misteri tersendiri. Berbentuk persegi panjang, candi ini terbuat dari batu bata merah. Uniknya, di sekitar candi ditemukan banyak pecahan keramik Cina dari dinasti Tang.

Hal ini menunjukkan adanya hubungan perdagangan antara Sriwijaya dan Tiongkok. Meski belum banyak terungkap, keberadaan Candi Kikis memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas peradaban Sriwijaya di Palembang.

14. Gapura Sriwijaya

Gapura Sriwijaya
Gapura Sriwijaya-tribunnews-

Gapura Sriwijaya, terletak di Palembang, merupakan rekonstruksi modern berdasarkan bukti arkeologis. Dibangun dengan arsitektur khas Sriwijaya, gapura ini menggambarkan kemegahan ibukota kerajaan.

Umumnya beberapa ibukota kerajaan juga memiliki gapura sebagai penanda. Sebut saja Kerajaan Malaka, Kerajaan Cirebon, hingga Kerajaan Tidore.

15. Lumbung Padi

Lumbung Padi, ditemukan di situs Karang Anyar, Palembang, memberikan gambaran penting tentang kehidupan sehari-hari masa Sriwijaya. Struktur ini menunjukkan sistem penyimpanan bahan makanan yang maju.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya menjadi aset berharga bagi Indonesia. Melalui peninggalan tersebut, kita dapat menggali kearifan lokal dan nilai-nilai luhur. Upaya pelestarian dan penelitian harus terus dilakukan.

Dengan demikian, generasi mendatang dapat terus belajar dari sejarah Sriwijaya. Mari kita jaga dan lestarikan warisan Kerajaan Sriwijaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Semoga peninggalan ini terus menginspirasi kemajuan Indonesia di masa depan.

Berita Terkait