Kerajaan Cirebon: Peninggalan, Sejarah dan Masa Kejayaan
Minggu, Jul 2024
Keraton Kanoman Cirebon-travelspromo-
DailySports.ID - Kerajaan Cirebon masih menjadi bagian dari kerajaan bercorak Islam yang pernah berjaya di Indonesia, lebih tepatnya di Pulau Jawa. Bahkan kerajaan ini menjadi salah satu bagian penting dalam sistem perdagangan, karena berada di jalur perdagangan serta pelayaran.
Raja-raja yang pernah memimpin kerajaan Islam ini pun memiliki keistimewaan sendiri, sehingga di masa kepemimpinannya masing-masing memiliki pengaruh yang kuat. Sama halnya dengan Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore, kerajaan ini juga pernah berseteru dengan VOC, lho.
Letak Kerajaan Cirebon
Kesultanan Cirebon berdiri di tanah Jawa, yang mana terletak tepat di pesisir utara Pulau Jawa dan berada di perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Lokasi kerajaan yang berada di antara wilayah yang berbeda tentu saja sangat mempengaruhi budaya dalam kehidupan sosialnya.
Tidak heran jika kehidupan di daerah kekuasaan Kesultanan Cirebon berkembang dengan dua budaya, yakni Jawa serta Sunda. Namun, tidak hanya dua budaya tersebut saja karena kesultanan ini juga memiliki kebudayaan khasnya sendiri dan hingga kini masih dipertahankan di Keraton Cirebon.
Sejarah Kerajaan Cirebon Singkat dan Lengkap
Cerita sejarah tentang Kesultanan Cirebon terdapat di Babad Tanah Sunda dan juga Carita Caruban Nagari, yang mana diketahui bahwa Cirebon berawal dari sebuah dukuh tidak terlalu besar bahkan tergolong kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa.
Lokasinya yang tidak jauh dari pelabuhan ramai, tentunya dukuh ini berkembang dengan sangat pesat hingga akhirnya menjadi sebuah kota besar di pesisir utara Pulau Jawa.
Setelah sang pendiri yakni Ki Gedeng Tapa meninggal, akhirnya sang cucu yang bernama Walangsungsang berinisiatif mendirikan sebuah istana, yakni Istana Pakungwati. Tidak sampai disitu saja, Walangsungsang juga membentuk sebuah pemerintahan di Cirebon.
Situasi tersebutlah yang dianggap sebagai awal mula berdirinya Kerajaan Cirebon dan Walangsungsang sebagai pendiri serta raja pertama yang disebut sebagai Pangeran Cakrabuana.
Namun setelah menunaikan ibadah haji, sang sultan disebut sebagai H. Abdullah Iman yang kemudian menyebarkan agama Islam kepada seluruh rakyat yang ada di bawah kekuasaan Kesultanan Cirebon.
Itulah mengapa sang sultan hingga kini disebut-sebut sebagai raja pertama yang sangat aktif dalam berdakwah untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Masa Kejayaan Kerajaan Cirebon
Kesultanan Cirebon juga mengalami masa keemasan dan berada di puncak kejayaan selama berkuasa di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti kerajaan Islam lainnya yakni Kerajaan Malaka, Kerajaan Perlak, dan Kerajaan Pajang.
Salah satu seseorang yang sangat terkenal dan hingga kini masih disebut-sebut namanya adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, yang merupakan raja Cirebon era 1479 sampai dengan 1568 M.
Tidak hanya memajukan kesultanan saja, Sunan Gunung Jati juga memiliki peranan besar dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Bahkan dikisahkan bahwa beliau banyak menaklukkan wilayah-wilayah yang ada di Pulau Jawa selama bertahta di Kesultanan Cirebon.
Pada masa pemerintahannya, Sunan Gunung Jati berhasil menguasai banyak wilayah, beberapa di antaranya adalah wilayah Banten, kemudian Sunda Kelapa dan juga Rajagaluh. Sedangkan pada bidang perekonomian, sang sultan juga berhasil mengembangkan pusat perdagangan.
Bahkan beliau juga menjalin kerjasama dengan beberapa saudagar dari bangsa lain, seperti Campa, kemudian Malaka, India, China bahkan Arab. Di zaman Sunan Gunung Jati inilah Kesultanan Cirebon mencapai masa keemasan dan puncak kejayaan yang sebenarnya.
Peninggalan Kerajaan Cirebon Beserta Gambarnya
Sebenarnya tidak hanya kerajaan Islam saja yang meninggalkan banyak benda bersejarah, kerajaan bercorak Hindu pun sama seperti Kerajaan Bali dan Kerajaan Pajajaran. Kesultanan Cirebon pun demikian, bahkan ada beberapa peninggalan yang bisa kamu kunjungi karena dijadikan wisata.
1. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon-harapanrakyat-
Pertama yang menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Cirebon adalah Keraton Kasepuhan di Kelurahan Kasepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon. Komplek keraton ini terdiri dari dua macam bangunan, yakni yang disebut Dalem Agung Pakungwati dan Keraton Pakungwati.
Dalem Agung Pakungwati merupakan kompleks yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang pada tahun 1420. Sementara itu, Keraton Pakungwati dibangun oleh Pangeran Mas Zainul Arifin di waktu yang cukup jauh dari pembangunan sebelumnya, yakni di tahun 1529.
Kamu bisa mengunjungi keraton ini dan belajar banyak hal tentang sejarah Kesultanan Cirebon, karena di dalamnya terdapat museum dengan benda-benda kuno dan cukup lengkap, lho. Salah satu koleksi museum yang sangat terkenal tentunya adalah Kereta Singa Barong.
2. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman Cirebon-travelspromo-
Kebanyakan kerajaan yang berdiri di Pulau Jawa pasti akan memiliki keraton lebih dari satu, begitu juga dengan Kesultanan Cirebon. Keraton Kanoman juga menjadi salah satu keraton peninggalan yang hingga kini masih ada dan bisa dikunjungi sebagai wisata sejarah.
Di dalam keraton juga masih ada banyak benda bersejarah yang ditinggalkan dari pemerintahan Kesultanan Cirebon, beberapa di antaranya adalah pintu kuno. Diketahui dalam naskah Babad Kanoman, ternyata pembangunan keraton ini dilakukan 4 tahun sebelum perjanjian dengan VOC.
Hal yang paling menarik dari keraton ini adalah dengan adanya peninggalan masa lalu berupa bangsal Witana, yakni bangunan pertama di Cirebon. Dulunya, bangunan tersebut didirikan oleh Ki Gedeng Alang-Alang dan bangunannya dikenal juga dengan nama Kuwu Pertama di Cirebon.
3. Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan-wikipedia-
Masih ada keraton lainnya yang menjadi saksi sejarah Kesultanan Cirebon dan bisa kamu kunjungi di masa kini, yakni Keraton Kacirebonan. Kamu bisa menjumpai bangunan bersejarah ini di Jln. Pulasaren, Pulasaren, Pekalipan, Cirebon.
Keraton ini dulunya didirikan atau dibangun oleh anak dari Sultan Keraton Kanoman, yakni sekitar tanggal 18 Maret tahun 1808 M. Pangeran yang membangunnya adalah Pangeran Muhammad Haeruddin yang juga dikenal sebagai putra mahkota yang berani melawan Belanda.
Sejak berdiri hingga sekarang ini, ternyata Keraton Kacirebonan sudah memiliki 9 generasi, lho. Generasi ke 9 yang kini memimpin keraton adalah Sultan Abdul Ghani Natadiningrat.
4. Masjid Agung Cirebon

Masjid Agung Sang Cipta Rasa-Kompasiana-
Peninggalan Kerajaan Banten ada Masjid Agung Banten, sedangkan Kesultanan Cirebon meninggalkan sebuah bangunan untuk beribadah umat Islam, yakni Masjid Agung Cirebon. Masjid peninggalan Kesultanan Cirebon ini kini disebut dengan nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Tidak hanya itu saja, orang-orang juga menyebutnya dengan Masjid Sunan Gunung Jati karena memang Sunan Gunung Jati adalah salah satu raja yang berkuasa di Kesultanan Cirebon. Selain itu, masjid ini dibangun ketika Sunan Gunung Jati masih memimpin dan membawa kerajaan pada masa kejayaan.
Kamu bisa menemukan Masjid AGung Cirebon di kompleks Keraton Kasepuhan dan ternyata masjid ini diyakini sebagai tempat beribadah umat Islam yang pertama dibangun di Cirebon.
5. Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati-jnewsonline-
Hingga kini Makam Sunan Gunung Jati masih sangat ramai dikunjungi oleh peziarah, meski untuk mencapai makamnya peziarah harus menaiki jalanan menanjak. Pasalnya, makam sang sunan berada di Gunung Sembung.
Di komplek makam Sunan Gunung Jati terdapat satu hal yang menjadi ciri khasnya, yakni terdapat sembilan pintu atau lawang sanga. Nah, para peziarah hanya bisa berkunjung sampai pintu ketiga saja, yakni Pintu Pasujudan.
Kerajaan Cirebon menjadi salah satu kerajaan Islam ternama di Pulau Jawa, bahkan dulu juga sangat terkenal karena berhasil berjaya di masa pemerintahan Sunan Gunung Jati. Kini ada beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat atau kunjungi, salah satunya Masjid Sunan Gunung Jati.